Menjaga kesehatan tubuh merupakan sebuah kewajiban yang harus dilakukan agar terhindar dari gangguan penyakit. Menjaga kesehatan tubuh sama saja dengan berinvestasi untuk masa depan karena dengan raga yang bugar kita dapat melakukan apapun tanpa halangan, mulai dari mendaki gunung sampai menyeberangi lautan tidak mustahil dilakukan dengan tubuh yang sehat.
Indra merupakan anggota tubuh paling sensitif sehingga perlu perhatian lebih dalam penjagaannya. Salah satu indra di tubuh kita adalah mata, organ krusial yang paling banyak berkontribusi dalam kegiatan sehari-hari. Ditunjang oleh rangkaian anatomi berupa kelopak mata, selaput mata, kornea, bilik mata depan, iris dan pupil, lensa, badan kaca, retina dan saraf optik, dan makula mata bisa berfungsi dengan semestinya. Mata berfungsi sebagai indra penglihat yang tugas utamanya adalah mengatur intensitas cahaya dan memproyeksikan benda-benda sekitar untuk diproses ke otak menjadi sebuah informasi penting. Beberapa penyakit mata yang dapat menyerang siapa saja antara lain, miopi, hipermetropi, silinder, katarak, glukoma, dan lain sebagainya.
Penggunaan teknologi elektronik telah menjadi rutinitas di era digital saat ini. Masyarakat seakan tak dapat lepas dari alat bantu elektronik, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa menggunakan fasilitas canggih tersebut. Terlebih lagi semenjak pandemi covid-19 menyerang dunia menambah keperluan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital, contohnya saja dalam dunia pendidikan, pada tahun 2020 seluruh fasilitas pendidikan diwajibkan untuk melakukan kegiatan belajar mengajar di rumah Tentu saja, media digital ini membantu guru dan murid untuk berkomunikasi satu sama lain agar kegiatan belajar mengajar tidak putus begitu saja. Penggunaan aplikasi video converence kerap kali menjadi media efektif dalam menghadapi efek pandemi ini, penugasan melalui media sosial mengharuskan para siswa aktif dan sering membuka gawai pintar mereka.
Dibalik banyaknya manfaat dari kemajuan teknologi ini ada resiko yang mengancam kesehatan mata. Gawai salah satunya, benda persegi pipih ini sangat berkontribusi besar terhadap kegiatan sehari-hari tetapi sayangnya, media elektronik ini menggunakan teknologi sinar biru yang dapat membahayakan kesehatan mata. Cahaya dengan panjang gelombang 300 hingga 400 nanometer dapat menembus kornea dan diserap oleh iris atau pupil, yang paling berbahaya bagi mata adalah cahaya biru panjang gelombang pendek berenergi tinggi dengan panjang gelombang 415 dan 455 nanometer (Zhao dalam Amalia, 2019). Terlalu sering menatap gadget akan menyebabkan berbagai gangguan mata karena radiasi sinar biru tersebut, salah satunya adalah miopi (rabun jauh).
Miopi atau rabun jauh adalah kondisi dimana mata tidak bisa memproyeksikan cahaya dengan tepat sehingga objek dengan jarak pandang jauh terlihat kabur. Kondisi ini disebabkan oleh bentuk bola mata yang lebih panjang dari bola mata normal. Sebagian besar mengenal kelainan miopi dengan sebutan mata minus karena penderitanya menggunakan kacamata minus untuk membantu melihat lebih jelas. Bagi sebagian orang keharusan menggunakan kacamata ini cukup merepotkan dan membuat kepercayaan diri menurun belum lagi jika kacamata tertinggal atau hilang, hal tersebut sangat mengganggu bagi penderita miopi.
Para peneliti di bidang kesehatan telah menemukan alternatif lain untuk mengatasi gangguan miopi ini yaitu operasi lasik. Pada dasarnya, Lasik adalah salah satu metode atau teknik yang termasuk dalam Laser Vision Correction (LVC). Lasik memungkinkan penderita rabun jauh, rabun dekat, dan astigmatisme terbebas dari ketergantungan alat bantu penglihatan seperti kacamata dan lensa kontak. Lasik dapat benar-benar membantu pasien terlepas dari kacamata dengan syarat kondisi mata pasien mendukung.
Banyak manfaat yang dapat dirasakan jika melakukan operasi lasik yang dapat memperbaiki kualitas hidup seseorang, antara lain :
1. Terbebas dari alat bantu pengelihatan (kacamata dan softlens)
2. Meningkatkan kepercayaan diri
3. Menunjang kebutuhan profesi
4. Mengurangi alergi akibat penggunaan kontak lensa
5. Menghemat biaya dalam jangka panjang
Namun, sebelum melakukan operasi lasik ini ada baiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter spesialis mata untuk mengetahui manfaat dan resiko yang akan didapatkan setelah melakukan lasik. Jika anda sulit sekali mencari waktu luang untuk ke tempat praktek dokter spesialis mata padahal ingin segera berkonsultasi, doktermata.co.id siap membantu anda dengan layanan konsultasi kesehatan mata online secara gratis melalui chat whatsapp maupun konsultasi via zoom (eyetalk). Tak hanya melakukan konsultasi, Anda juga berkesempatan mendapatkan edukasi kesehatan mata secara langsung dari Dokter Spesialis Mata. Mata adalah aset utama yang harus dijaga, oleh karena itu mari prioritaskan kesehatan mata.
Daftar Pustaka
Amalia, H. (2019). Efek Sinar Biru pada Kornea, Lensa, dan Retina. Jurnal Biomedika dan Kesehatan, 2(1), 1-2.
National Lasik Center. (2021). LASIK: Manfaat, Metode, Risiko, hingga Biaya. https://nationallasikcenter.id/lasik/. Diakses pada 29 November 2022 pukul 15.00
Tim doktermata.co.id. (2022). Dokter Mata: Konsultasi Kesehatan Mata Online (Live & Chat). https://doktermata.co.id/dokter-mata-konsultasi-kesehatan-mata/. Diakses pada 29 November 2022 pukul 14.30.
Eye Hospital and Clinics. (2021). Anatomi Mata : Fungsi, Kelainan, dan Keluhan. https://kmu.id/anatomi-mata/. Diakses pada 29 November 2022 pukul 14.27.
Comments
Post a Comment